Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Angsana - Dia Gugur, namun Indah

Kadang-kadang aku menakar. Kadang-kadang aku menimbang.  Kadang-kadang hasilnya tak pasti.  Kadang-kadang kuulangi.  Kadang-kadang menjadi letih.  Lebih sering kutinggal pergi.  Anggun baru saja selesai mengikat tali sepatunya ketika suara getar ponsel membuyarkan konsentrasinya. Sebuah nama yang sempat dirindukannya muncul di layar. Tak perlu menunggu waktu lama, Anggun segera tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dan seperti biasa, tak ada lagi tombol hijau di mata Anggun ketika ponselnya bergetar kembali. Dia tersenyum manis hanya untuk memberi sambutan hangat pada setiap panggilan yang selalu ia tolak, dan tolak.  Nama itu, Dean. Laki-laki yang telah membuat Anggun mampu mempercayai kembali apa itu rindu dan cinta. Namun, lagi-lagi Anggun dibuat letih. Ternyata Dean hanyalah bagian daftar isi dari buku kehidupannya. Nama laki-laki itu tidak akan menyentuh bagian prolog apalagi epilog. Sebelum terlambat menyadari, Anggun cepat-cepat menutup bukunya....